
CILACAP KABAR INDONESIA:Suasana haru, bahagia, dan penuh kehangatan melanda Desa Panulisan, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Wilayah yang terletak tepat di garis perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Kota Banjar, Jawa Barat ini mendadak ramai dan heboh. Pasalnya, Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi atau akrab disapa KDM, melakukan kunjungan dadakan ke wilayah tersebut bertepatan dengan momen Hari Raya Idhul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.27.Mei 2026.
Kedatangan pemimpin yang dikenal tegas namun sangat dekat dengan rakyat ini disambut antusiasme luar biasa oleh warga setempat. Keceriaan terpancar dari setiap wajah warga, terlebih KDM tak hanya datang bersilaturahmi, namun juga membawa keberkahan berupa bantuan satu ekor sapi kurban dan 700 kilogram daging yang dibagikan kepada masyarakat, khususnya bagi warga panulisan Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap Jawa Tengah
Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Desa Panulisan, yang akrab disapa Koko. Menurutnya, kehadiran KDM di tengah masyarakat perbatasan ini menjadi momen yang tak terlupakan dan membuat hati warga sangat terharu.
“Kedatangan Bapak Gubernur Kang Dedi Mulyadi ini benar-benar membuat heboh sekaligus membuat kami semua sangat bahagia dan terharu. Beliau datang secara dadakan, langsung turun ke tengah warga, dan sangat perhatian. Beliau memberikan bantuan satu ekor sapi dan daging sebanyak 700 kilogram untuk dibagikan ke warga kami. Ini bentuk kepedulian yang luar biasa dari seorang pemimpin wilayah tetangga kepada kami warga perbatasan,” ungkap Koko dengan mata berbinar bahagia, dengan Mengucapkan Alhamdulillah dengan rasa syukur yang tak ternilai ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kang Dedi Mulyadi menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idhul Adha kepada seluruh warga Desa Panulisan dan masyarakat Kecamatan Dayeuhluhur pada umumnya. Beliau mengajak seluruh warga untuk memaknai Idhul Adha sebagai momen pengorbanan, berbagi, dan mempererat persaudaraan.
Di sela-sela perbincangan akrabnya dengan warga, KDM juga menanyakan kebiasaan warga setempat terkait akses pelayanan dan kebutuhan sehari-hari. Beliau bertanya apakah untuk keperluan belanja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga lebih sering mengakses ke wilayah Kota Banjar, Jawa Barat, karena lokasinya yang lebih dekat dan berbatasan langsung.
Pertanyaan yang sederhana namun sangat memahami kondisi geografis tersebut membuat warga merasa diperhatikan. Salah satu warga setempat yang bernama (N), mengaku sangat senang dan tersentuh atas kedatangan serta perhatian KDM.
“Beliau luar biasa, Pak Gubernur sangat peduli sekali, terutama melihat kondisi ekonomi sekarang ini , Perhatian dan kasih sayang beliau terasa begitu dekat, seolah kami ini juga bagian dari keluarga besarnya , Kami sangat bahagia dan terharu sekali,” ujar (N) dengan raut wajah penuh kebahagiaan.
Satu hal lain yang membuat interaksi tersebut semakin hangat dan akrab adalah saat KDM mendapati fakta unik mengenai budaya masyarakat Desa Panulisan. Saat berbincang langsung, KDM baru mengetahui bahwa masyarakat Desa Panulisan, meski berada secara administratif di wilayah Jawa Tengah, ternyata menggunakan Bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari dalam berkomunikasi.
Hal ini langsung disambut gembira dan tawa bahagia oleh KDM. “Wah, baru saya dengar dan ketahui, ternyata di perbatasan sini warga Panulisan menggunakan Bahasa Sunda. Ternyata di Jawa Tengah pun banyak juga saudara kita yang berbahasa Sunda ya,” ujar KDM sambil tertawa bahagia.
Kesamaan bahasa ini tentu membuat jarak terasa semakin dekat, komunikasi berjalan lancar, dan suasana semakin akrab layaknya saudara kandung. KDM pun menekankan pesan persatuan yang mendalam di hadapan warga.
“Apapun latar belakangnya, baik itu Jawa maupun Sunda, kami adalah satu saudara, satu bangsa. Tetap jaga persaudaraan, jaga persahabatan, dan utamakan persatuan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Perbedaan wilayah administrasi tidak boleh memisahkan keakraban kita, malah harusnya semakin mempererat kerja sama dan kekompakan,” tegas KDM dengan nada ramah dan berwibawa.
Sebagai penutup kunjungan yang penuh kesan ini, Gubernur Jawa Barat yang sangat populer di kalangan masyarakat ini pun meluangkan waktu luangnya untuk berfoto bersama seluruh warga yang hadir. Beliau dengan senang hati melayani permintaan warga yang ingin berkenalan dan berfoto bersama, seolah menghapus sekat jabatan, hanya menyisakan kebersamaan antara pemimpin dan rakyat.
Kunjungan dadakan ini meninggalkan kesan mendalam bagi warga Desa Panulisan. Selain membawa kebahagiaan dan bantuan nyata, kehadiran Kang Dedi Mulyadi juga semakin mengukuhkan bahwa ikatan persaudaraan antarwarga di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat terjalin sangat kuat, damai, dan penuh keberkahan.
Reporter : Asep Saepudin ( granat )