Keluarga Besar DKM Masjid Al Mujahidin Majenang Sembelih 11 Sapi dan 2 Kambing, Daging Dibagikan ke 1.000 Warga Sekitar Kabar Majenang | Edisi Khusus Idhul Adha  

CILACAP KABAR  INDONESIA : Semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali mewarnai peringatan Hari Raya Idhul Adha 1447 Hijriah / 2026 Masehi di wilayah Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Keluarga Besar Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al Mujahidin, yang berlokasi di depan Alun-alun Majenang, Desa Jenang, menggelar kegiatan ibadah kurban dengan antusiasme yang sangat tinggi dan penuh kekhidmatan.

Tahun ini, DKM Masjid Al Mujahidin berhasil menghimpun amanah dari para muzakki atau penyumbang hewan kurban sebanyak 11 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Kegiatan penyembelihan, pengolahan, hingga pembagian daging berlangsung tertib dan gotong royong yang melibatkan para pengurus masjid, warga sekitar, serta pemuda setempat.

Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, H. Rohasan, M.Pd.d., dalam keterangannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran kegiatan. Ia menjelaskan, prinsip utama pembagian daging kurban tahun ini diprioritaskan bagi warga yang bertempat tinggal berdekatan dengan masjid, mengingat fungsi masjid sebagai pusat kegiatan dan persaudaraan lingkungan.

“Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT. Kegiatan tahun ini berjalan sangat lancar dan berkah. Kami berhasil mengumpulkan 11 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Dalam pembagiannya, kami mengutamakan warga lingkungan sekitar masjid, tetangga terdekat, dan masyarakat Desa Jenang pada umumnya. Diperkirakan daging kurban ini akan kami salurkan dan dinikmati oleh kurang lebih 1.000 warga, mulai dari keluarga yang mampu, kurang mampu, hingga anak yatim dan janda di sekitar kita,” ungkap H. Rohasan.

Lebih jauh, H. Rohasan menguraikan makna mendalam dari peringatan Idhul Adha yang sejatinya bukan sekadar tradisi menyembelih hewan, melainkan momen keteladanan akhlak mulia. Idhul Adha adalah pengingat akan kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, tentang ketaatan mutlak kepada perintah Allah SWT, keikhlasan, dan keteguhan iman.

“Idhul Adha mengajarkan kita arti berkorban, bukan hanya mengorbankan harta, tetapi juga ego, rasa sombong, dan kepentingan pribadi demi kebaikan bersama. Maknanya sangat dalam: semakin kita mampu berbagi, semakin kuat pula rasa persaudaraan kita. Hewan yang kita sembelih tidak akan sampai kepada Allah, namun ketaatan dan ketakwaanlah yang akan sampai dan dicatat sebagai amal saleh,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan harapan besarnya agar semangat berbagi ini senantiasa tumbuh subur di hati masyarakat Majenang, khususnya di lingkungan Masjid Al Mujahidin. Menurutnya, keberadaan masjid harus menjadi tempat yang paling nyaman, paling bermanfaat, dan paling dirasakan kehadirannya oleh warga sekitar, baik dalam hal ibadah maupun sosial kemasyarakatan.

“Harapan kami sederhana namun besar manfaatnya. Semoga ke depannya semangat berqurban masyarakat semakin meningkat, amanah yang diberikan kepada kami selalu terjaga dengan baik, dan Masjid Al Mujahidin ini semakin menjadi pusat kemakmuran, kedamaian, dan kemajuan bagi seluruh warga Desa Jenang dan sekitarnya,” tambahnya.

Di akhir keterangannya, H. Rohasan Mpd, mewakili seluruh pengurus DKM dan panitia menyampaikan doa tulus serta rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur dan masyarakat yang telah mempercayakan hewan kurbannya ke Masjid Al Mujahidin.

“Kami mendoakan semoga Allah SWT melipatgandakan rezeki, kesehatan, keberkahan, dan kebahagiaan bagi Bapak/Ibu sekalian yang telah berqurban. Semoga harta yang disisihkan menjadi penyeimbang amal kebaikan, dihapuskan segala dosa-dosanya, dan senantiasa diberikan kemudahan dalam setiap langkah kehidupan. Semoga persaudaraan kita senantiasa terjaga erat, damai, dan rukun dalam bingkai cinta kasih sesama umat Islam,” pungkasnya.

Kegiatan ini kembali membuktikan bahwa nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Desa Jenang, Majenang, tetap kokoh dan hidup, menjadikan momen Idhul Adha sebagai hari kebahagiaan bersama yang tak terlupakan.

Reporter : Hary Wibowo/ Babeh Kosim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *