Sambut Bulan Sura, Mas Bagas Fahmi Winata Pimpin Ritual Mandi Suci dan Larungan di Pantai Sodong Cilacap

 

CILACAP, KABAR INDONESIA: Menyambut datangnya awal bulan suci Sura dalam penanggalan Jawa, sebuah prosesi ritual sakral digelar oleh Mas Bagas Fahmi Winata bersama para santrinya. Rangkaian acara tumpengan syukur dan ritual budaya ini berpusat di kediaman Mas Bagas yang beralamat di Jalan Jambu, RT 02 / RW 06, Desa Adipala, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap pada Kamis, 11 Juni 2026.

Sebelum iring-iringan peserta bertolak menuju lokasi pelarungan, suasana khidmat sudah terasa sejak sore hari di rumah kediaman. Para santri dan warga berkumpul, duduk bersila untuk mengikuti rangkaian persiapan ritual, koordinasi, serta doa bersama demi kelancaran acara.

Ada yang istimewa dalam tradisi menyambut bulan Sura kali ini. Sebelum prosesi puncak larungan dimulai, seluruh santri yang akan bertugas melaksanakan pelarungan wajib mengikuti Ritual Mandi Suci.

Prosesi penyucian diri ini dipimpin dan dimandikan langsung oleh Mas Bagas Fahmi Winata. Ritual mandi suci ini bukan sekadar simbolis, melainkan memiliki esensi mendalam untuk membersihkan jiwa dan raga (jasmani dan rohani). Dengan hati dan diri yang bersih, diharapkan seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan aman, baik, serta membawa berkah dan kelancaran bagi seluruh masyarakat.

Setelah seluruh santri selesai melaksanakan mandi suci dan mengenakan pakaian adat Jawa lengkap seperti kebaya anggun bagi santri putri serta kain jarik dan beskap/baju adat bagi santri putra rombongan kemudian bergerak menuju destinasi utama.

Tepat pada malam hari, rombongan tiba di gerbang utama kawasan Wisata Pantai Sodong, Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala, Cilacap. Di bawah pimpinan langsung Mas Bagas Fahmi Winata, para peserta ritual berjalan dengan khidmat membawa uba rampe dan sesaji syukur menuju plataran pantai untuk melaksanakan prosesi larungan.

Acara syukuran menyambut bulan Sura ini diikuti oleh banyak santri yang tampak antusias sekaligus khusyuk dalam melestarikan warisan leluhur. Tradisi ini menjadi wujud rasa syukur yang mendalam kepada Sang Pencipta, sekaligus doa agar wilayah Adipala dan sekitarnya senantiasa dijauhkan dari balak dan dilimpahi kemakmuran di tahun yang baru.

Reporter : Rudi 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *