PKS Salurkan Aspirasi Bedah Rumah, 8 KK Terima Manfaat, di Desa Banjareja Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap.

CILACAP, KABAR INDONESIA : Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyalurkan aspirasi program bedah rumah bagi warga kurang mampu di Desa Banjareja, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Sebanyak 8 Kepala Keluarga (KK) di wilayah tersebut resmi tercatat sebagai penerima manfaat dari program ini.

Kegiatan sosialisasi dan pendataan para penerima manfaat digelar secara resmi di Balai Desa Banjareja pada Jumat (20/6/2026) pukul 11.03 WIB. Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat tersebut, tampak banner Infografis APBDes 2026 Desa Banjareja terpasang, menunjukkan adanya sinergi dan keterbukaan program desa yang sejalan dengan aspirasi partai politik.

Perwakilan PKS menjelaskan bahwa program bedah rumah ini merupakan bentuk nyata kepedulian partai terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat bawah. Rumah-rumah yang saat ini kondisinya tidak layak huni akan segera diperbaiki agar warga bisa tinggal dengan lebih aman, sehat, dan nyaman.

“Kami dorong agar program untuk 8 KK penerima manfaat ini bisa segera terealisasi. PKS berkomitmen penuh untuk terus mengawal aspirasi warga sampai rumah mereka benar-benar menjadi hunian yang layak,” ujar perwakilan PKS di sela-sela pertemuan.

Kepala Desa Banjareja, Edi Suwarno, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif dan kawalan dari PKS. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah desa, partai politik, dan elemen masyarakat menjadi kunci penting untuk mempercepat penanganan masalah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayahnya.

“Kami dari pemerintah desa sangat berterima kasih kepada PKS yang sudah membantu warga kami. Data 8 KK penerima ini sudah kami validasi dengan baik. Semoga proses bedah rumahnya berjalan lancar tanpa kendala, dan warga bisa segera menempati rumah yang lebih layak,” tutur Edi Suwarno.

Warga penerima manfaat yang hadir dalam sosialisasi tersebut menyambut gembira kabar baik ini. Mereka menaruh harapan besar agar proses perbaikan rumah dapat segera dimulai, sehingga mereka tidak perlu lagi merasa cemas atau khawatir, terutama saat musim hujan tiba.

Program bedah rumah melalui jalur aspirasi ini bersumber dari anggaran Kementerian Perumahan Rakyat melalui program Bantuan Perumahan Simulan Swadaya (BPPS) yang menyasar warga rentan di Kecamatan Nusawungu. Ke depan, pemerintah desa berharap kuota dan jumlah penerima manfaat program serupa bisa terus bertambah.

Keberhasilan pengawalan program ini juga tidak lepas dari peran aktif tokoh lokal di lapangan. Fajar, yang juga menjabat sebagai Ketua Ranting Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di wilayah tersebut, dinilai warga setempat sangat berjasa dalam menjembatani komunikasi, melakukan pendampingan, hingga memastikan program kementerian ini tepat sasaran bagi masyarakat Desa Banjareja. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyalurkan aspirasi program bedah rumah bagi warga kurang mampu di Desa Banjareja, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Sebanyak 8 Kepala Keluarga (KK) di wilayah tersebut resmi tercatat sebagai penerima manfaat dari program ini.

Kegiatan sosialisasi dan pendataan para penerima manfaat digelar secara resmi di Balai Desa Banjareja pada Jumat (20/6/2026) pukul 11.03 WIB. Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat tersebut, tampak banner Infografis APBDes 2026 Desa Banjareja terpasang, menunjukkan adanya sinergi dan keterbukaan program desa yang sejalan dengan aspirasi partai politik.

Perwakilan PKS menjelaskan bahwa program bedah rumah ini merupakan bentuk nyata kepedulian partai terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat bawah. Rumah-rumah yang saat ini kondisinya tidak layak huni akan segera diperbaiki agar warga bisa tinggal dengan lebih aman, sehat, dan nyaman.

“Kami dorong agar program untuk 8 KK penerima manfaat ini bisa segera terealisasi. PKS berkomitmen penuh untuk terus mengawal aspirasi warga sampai rumah mereka benar-benar menjadi hunian yang layak,” ujar perwakilan PKS di sela-sela pertemuan.

Kepala Desa Banjareja, Edi Suwarno, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif dan kawalan dari PKS. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah desa, partai politik, dan elemen masyarakat menjadi kunci penting untuk mempercepat penanganan masalah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayahnya.

“Kami dari pemerintah desa sangat berterima kasih kepada PKS yang sudah membantu warga kami. Data 8 KK penerima ini sudah kami validasi dengan baik. Semoga proses bedah rumahnya berjalan lancar tanpa kendala, dan warga bisa segera menempati rumah yang lebih layak,” tutur Edi Suwarno.

Warga penerima manfaat yang hadir dalam sosialisasi tersebut menyambut gembira kabar baik ini. Mereka menaruh harapan besar agar proses perbaikan rumah dapat segera dimulai, sehingga mereka tidak perlu lagi merasa cemas atau khawatir, terutama saat musim hujan tiba.

Program bedah rumah melalui jalur aspirasi ini bersumber dari anggaran Kementerian Perumahan Rakyat melalui program Bantuan Perumahan Simulan Swadaya (BPPS) yang menyasar warga rentan di Kecamatan Nusawungu. Ke depan, pemerintah desa berharap kuota dan jumlah penerima manfaat program serupa bisa terus bertambah.

Keberhasilan pengawalan program ini juga tidak lepas dari peran aktif tokoh lokal di lapangan. Fajar, yang juga menjabat sebagai Ketua Ranting Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di wilayah tersebut, dinilai warga setempat sangat berjasa dalam menjembatani komunikasi, melakukan pendampingan, hingga memastikan program kementerian ini tepat sasaran bagi masyarakat Desa Banjareja.

Reporter: ( Rudy )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *