Batu Lingga Payung Manonjaya Tasikmalaya: Lingga Paling Misterius dan Fenomenal di Nusantara

Tasikmalaya Kabar Indonesia : Keberadaan Batu Lingga Payung di kawasan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, kini kembali menjadi sorotan luas. Ketua Majelis Adat Sunda Jawa Barat (Masda Jabar) sekaligus Mantan Kapolda Jabar periode 2016–2017, Irjen Pol (Purn) Dr. H. Anton Charliyan, mengangkat kisah panjang dan kemuliaan peninggalan bersejarah ini yang dijuluki sebagai Batu Lingga paling misterius dan paling fenomenal di seluruh Nusantara.

Disebut Batu Lingga Agung Penuh Permata

Pada masa Kerajaan Galuh, batu ini dikenal sebagai Batu Lingga Agung, sebab konon puncaknya dahulu penuh bertahtakan intan dan permata yang berkilauan memancarkan cahaya kemuliaan. Dipercaya sebagai satu-satunya Lingga-Yoni yang bertahtakan permata di Nusantara, bahkan mungkin di dunia.

Lokasi dan Sejarah yang Meyakinkan

Batu Lingga Payung terletak di atas Bukit Kabuyutan Gunung Payung, Dusun Awi Luar, Sirnajaya, Kecamatan Karangjaya, Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Dijuluki “Kabuyutan” karena sejak zaman dahulu telah disakralkan sebagai tempat suci dan tempat melaksanakan upacara ritual.

Peninggalan ini diyakini sebagai jejak Kerajaan Nagara Tengah Galuh — kerajaan Sunda yang berdiri sejak tahun 669 Masehi di bawah pendirian Sang Wretikendayu, hingga tahun 1482 Masehi, sebelum diteruskan oleh Kerajaan Pajajaran yang didirikan oleh Prabu Siliwangi pada tahun 1482 M. Tempat ini juga menjadi tempat bertapa para Raja Galuh di masa itu.

Jejak Sang Pangeran Bujangga Manik

Salah satu putra Prabu Siliwangi yang menyamar dengan nama Bujangga Manik menjadikan tempat ini sebagai persinggahan dan tempat bertapa khusus. Sang Pangeran yang gemar berkelana hingga ke berbagai penjuru Nusantara pada abad ke-15 ini, diketahui tinggal dan bertapa selama 9 tahun di Kabuyutan tersebut, bahkan membangun tujuh bangunan pavilun di sana. Hal ini menunjukkan betapa luar biasanya kekuatan dan keagungan tempat yang dicari dan didalami Sang Pangeran.

Catatan perjalanan Sang Pangeran tertulis dalam Naskah Bujangga Manik, naskah Sunda Kuno yang hingga kini menjadi rujukan akademisi. Di dalamnya tertulis:

“Sungguh di sana aku menemukan tempat suci, tempat dengan Lingga bertahta intan permata, kilapnya menutupi Lingga. Di sana olehku telah dibangun tempat tinggal baru, dibuat dalam beberapa tingkat menghadap ke arah Batu Hyang yang berdiri ke atas langit. Dibuat tujuh bangunan untuk keperluanku. Di jalan masuk berdiri dua bangunan besar dengan taman di kiri kanannya, ditumbuhi tanaman melambai yang akan segera berbuah, serta bunga-bunga yang sedang mekar penuh.”

Jejak-Jejak Kesucian di Sepanjang Jalan

Menuju puncak Bukit Kabuyutan, terdapat sejumlah peninggalan yang tak kalah menakjubkan:

– Batu Pangasahan Maung — batu besar yang penuh bekas cakar harimau.
– Pohon Kiara Korsi — dua pohon kiara raksasa berusia ratusan bahkan ribuan tahun yang berdiri di gerbang masuk kawasan suci.
– Cikahuripan — mata air suci sekitar 200 meter dari pohon kiara, tempat mensucikan diri sebelum naik ke area puncak.

Makam Kuno dan Tradisi yang Tetap Terjaga

Di puncak bukit, dekat Batu Lingga, terdapat dua makam kuno yang dipercaya sebagai makam Eyang Rama Gumulung Putih dan Eyang Ratu Gumulung Putih, leluhur dari masa Kerajaan Galuh. Hingga kini, tradisi Nyagara Gunung Nyapu Beberesih Kabuyutan masih dilestarikan, dilaksanakan setiap tanggal 1–10 bulan Maulud dan bulan Sya’ban menjelang puasa.

Misteri yang Belum Terkuak Hingga Kini

Siapa sebenarnya nama asli Pangeran Bujangga Manik? Apa yang sesungguhnya dicari dan dipelajari selama 9 tahun bertapa di tempat suci ini? Mengapa tempat ini begitu sakral hingga penuh bertahtakan permata? Segala misteri tersebut masih menyelimuti Batu Lingga Payung hingga hari ini.

Siapa pun yang berkenan, silakan berziarah dan merenung di tempat agung yang telah disucikan leluhur sejak zaman dahulu. Siapa tahu, keberkahan dan petunjuk pun dapat Anda temukan di sana.

Reporter : Asep Saepudin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *