
Kabar Indonesia Wanareja, Cilacap : SDN Madusari 01 Kecamatan Wanareja menggelar kegiatan Gerakan Anak Sekolah Taklukan Tuberkolosis (Gertak Tuberkolosis) bekerja sama dengan Puskesmas 1 Wanareja. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa dan masyarakat sekitar tentang bahaya tuberkolosis serta langkah pencegahannya.

Kepala Sekolah SDN Madusari 01, Dedi Rohendi S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pendidikan kesehatan sejak dini sangat penting untuk melindungi kesehatan siswa. “Melalui Gertak Tuberkolosis, kami ingin anak-anak memahami apa itu TB, cara penularannya, dan bagaimana cara mencegah serta mengatasinya. Kerjasama dengan Puskesmas 1 Wanareja membuat kegiatan ini lebih efektif karena mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan profesional,” ujarnya.
Camat Wanareja, Rom Muchdlori, S.Ag., M.M., yang juga menghadiri kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi terhadap upaya yang dilakukan. “Gerakan seperti ini sangat berharga karena anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Dengan memberikan pemahaman tentang TB sejak dini, kita membangun fondasi yang kuat untuk menciptakan wilayah Wanareja yang bebas dari tuberkolosis. Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di kecamatan ini,” ungkapnya.
Tim dari Puskesmas 1 Wanareja memberikan penyuluhan tentang gejala tuberkolosis, pentingnya pemeriksaan dini, serta cara hidup bersih dan sehat untuk mencegah penyakit ini. Selain penyuluhan, juga dilakukan pemeriksaan skrining TB secara sederhana untuk siswa yang membutuhkan.
Kepala Puskesmas 1 Wanareja, Nunung Tri Susilowati, menambahkan, “Pencegahan tuberkolosis tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Perlu kerja sama antara sekolah, puskesmas, dan masyarakat. Melalui Gertak Tuberkolosis, kita tidak hanya memberikan pendidikan, tetapi juga melakukan deteksi dini agar kasus TB dapat ditangani segera. Harapannya, dengan kolaborasi yang baik, kita dapat menurunkan angka kejadian TB di wilayah kerja Puskesmas 1 Wanareja.”
Para siswa antusias mengikuti kegiatan ini, mulai dari menyimak materi penyuluhan hingga berpartisipasi dalam sesi tanya jawab. Mereka juga diajak untuk menjadi agen perubahan yang menyebarkan informasi tentang pencegahan TB kepada keluarga dan teman-teman di lingkungan sekitar.
Kegiatan Gertak Tuberkolosis diharapkan dapat mengurangi risiko penyebaran tuberkolosis di kalangan pelajar dan membantu menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan aman.
Reporter : Asep Saepudin.
