
CILACAP KABAR INDONESIA : Hujan deras yang mengguyur selama kurang lebih tiga jam menyebabkan tanah longsor di wilayah Grumbul Pagedangan, RT 02 RW 06, Dusun Cacaban, Desa Negarajati, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap. Kejadian ini berlangsung pada Sabtu sore, 11 April 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.
(Foto: Suasana kegiatan karya bakti pembersihan material longsor yang melibatkan TNI dan ratusan warga/Dok. Ist)
Berdasarkan laporan yang diterima, longsor terjadi akibat kondisi kontur tanah yang labil dan tebing yang terjal. Air hujan yang meresap ke dalam pori-pori tanah menyebabkan tebing setinggi 10 meter dan panjang 16 meter itu ambruk. Material tanah dan bebatuan langsung menutupi badan jalan penghubung Desa Pesahangan dan Desa Negarajati, sehingga akses jalan sama sekali tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Selain menghambat lalu lintas, longsor ini juga mengancam keselamatan warga, khususnya rumah milik Bapak Tirto, Bapak Munasir, dan Bapak Tarsum yang lokasinya berada tepat di bawah tebing. Total kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 5.000.000,-. Kabar baiknya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

TNI Turun Tangan, Ratusan Warga Bergotong Royong
Merespons cepat situasi tersebut, pada Minggu pagi, 12 April 2026 mulai pukul 08.00 WIB, Danramil Cimanggu beserta anggotanya turun langsung ke lokasi. Mereka memimpin dan melaksanakan kegiatan karya bakti bersama-sama dengan unsur Forkompincam, Polsek Cimanggu, UPTD PKBD Majenang, PMI, Pemerintah Desa Negarajati, serta masyarakat setempat.
“Kami menindaklanjuti laporan dari Kepala Desa Negarajati yang masuk melalui grup Siaga Bencana Alam. Kondisi darurat ini harus segera ditangani agar akses masyarakat kembali normal,” ujar salah satu personel di lokasi.
Antusiasme warga sangat tinggi. Tercatat sekitar 140 orang hadir untuk bergotong royong membersihkan material longsoran. Berkat kerja keras bersama, saat ini jalan sudah mulai bisa dilalui kendaraan, meskipun kegiatan pembersihan masih terus dilakukan hingga tuntas.
Untuk penanganan lebih lanjut dan pengamanan area rawan, pihak pengurus lokasi menyampaikan kebutuhan mendesak antara lain: karung kandi, bambu, terpal, serta paralon ukuran 3 inci sebanyak 5 batang. Selain itu, dukungan logistik permakanan juga sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan kerja bakti yang masih berlangsung.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi cuaca di lokasi terlihat cerah berawan. Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat curah hujan yang masih cukup tinggi dan potensi tanah labil masih ada.
Reporter : Dodo P
