
Jawa Barat Kabar Indonesia : Ribuan guru honorer di sejumlah daerah di Jawa Barat kembali menggelar aksi unjuk rasa pada awal tahun 2026. Aksi tersebut menjadi bentuk perjuangan para tenaga honorer yang hingga kini masih menuntut kejelasan status dan keadilan dalam proses pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Gelombang demonstrasi terlihat di Tasikmalaya pada Januari 2026. Para guru honorer menyuarakan tuntutan agar pemerintah memberikan prioritas pengangkatan PPPK kepada tenaga honorer yang telah lama mengabdi di sekolah-sekolah negeri.
Dalam aksi tersebut, para peserta juga memprotes kebijakan yang dinilai lebih memprioritaskan formasi untuk program SPPG dibandingkan kebutuhan guru honorer yang selama bertahun-tahun belum memperoleh kepastian status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Para demonstran membawa berbagai spanduk dan poster berisi tuntutan keadilan serta meminta pemerintah pusat maupun pemerintah daerah segera memberikan solusi konkret terhadap nasib ribuan guru honorer di Jawa Barat.
Aksi ini merupakan lanjutan dari gelombang demonstrasi sebelumnya yang sempat berlangsung di gedung DPRD Jawa Barat pada Januari 2025. Saat itu, para guru honorer juga mendesak adanya kejelasan terkait pengangkatan ASN, khususnya bagi honorer yang telah masuk database Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Para guru berharap pemerintah dapat memberikan kepastian hukum dan masa depan yang lebih baik bagi tenaga pendidik honorer yang selama ini dinilai memiliki peran penting dalam dunia pendidikan, terutama di daerah-daerah.
Hingga saat ini, tuntutan mengenai pengangkatan PPPK penuh waktu dan penyelesaian status honorer database BKN masih menjadi perhatian utama dalam berbagai aksi guru honorer di Jawa Barat.
Reporter : Asep Saepudin/ Tim.