Jejak Langkah Hidup di Usia Lansia Menurut Sumarno ST: Ketenangan Pikiran dan Ibadah Jadi Kunci Kebahagiaan

Magelang Kabar  Indonesia: Memasuki usia lanjut, setiap orang tentu memiliki pandangan dan harapan tersendiri dalam menjalani sisa kehidupan. Bagi Sumarno ST, usia senja bukan lagi tentang mengejar ambisi duniawi, melainkan bagaimana menikmati hidup dengan hati yang tenang, penuh rasa syukur, dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.

Pria kelahiran Pati yang kini tinggal di Kelurahan Gelangan, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Jawa Tengah ini dikenal sebagai sosok sederhana, rendah hati, serta memiliki wawasan luas. Alumni Universitas Tidar tersebut juga dikenal gemar membaca dan menulis, serta aktif sebagai wartawan senior hingga saat ini.

Dalam kehidupan keluarganya, Sumarno ST hidup harmonis bersama sang istri, Listya Sumarno. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang anak, satu putra dan satu putri, serta tiga orang cucu. Anak pertamanya mengabdi sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat dan telah dikaruniai dua orang anak. Sementara anak keduanya mengabdi di Pemerintah Kota Magelang dan telah memiliki seorang anak.

Di usia 60 tahun, Sumarno ST masih terlihat sehat dan awet muda. Selama 37 tahun 7 bulan, ia mengabdikan diri kepada bangsa dan negara tanpa cacat pengabdian. Pengalaman hidup yang panjang membuatnya memiliki pandangan bijak mengenai arti kehidupan di usia lansia.

Menurutnya, masa tua adalah masa emas untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta serta menikmati hidup dengan penuh ketenangan.

“Bagi saya, jejak langkah hidup di usia lansia itu sederhana saja. Tidak ada lagi keinginan untuk mengejar hal-hal duniawi yang sifatnya sementara. Harapan saya cuma satu, memiliki ketenangan pikiran dan selalu bersyukur. Itu adalah harta paling mahal yang bisa dimiliki orang tua,” ungkap Sumarno ST saat ditemui baru-baru ini.

Ia menilai, rasa syukur dan ketakwaan merupakan kunci utama untuk meraih kebahagiaan di usia senja. Mensyukuri kesehatan, keluarga, dan setiap nikmat kehidupan menjadi prinsip yang selalu ia pegang dalam kesehariannya.

Selain itu, ibadah juga menjadi bagian penting dalam hidupnya. Menurutnya, setiap orang memiliki jalan dan keyakinan masing-masing dalam beribadah, namun yang terpenting adalah menjalankannya dengan ikhlas dan penuh ketulusan.

“Setiap orang punya jalan dan kepercayaan masing-masing. Yang terpenting, kita menjalani ibadah itu dengan ikhlas sesuai agama yang kita anut. Itu menjadi pegangan agar kita tetap tegar, sabar, dan selalu merasa cukup dengan apa yang ada,” tambahnya.

Pandangan hidup Sumarno ST menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya para lansia. Baginya, kebahagiaan di usia tua tidak diukur dari harta maupun jabatan, melainkan dari ketenangan hati, rasa syukur yang tulus, serta kedekatan kepada Tuhan.

Di penghujung perbincangan, ia berharap para lansia dapat terus menjaga kerukunan, saling menguatkan, dan memperbanyak ibadah agar kehidupan di masa tua menjadi lebih damai, bahagia, dan penuh berkah.

 

Reporter : Bang Asep Saepudin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *