
Cilacap, 20 Mei 2026 – Seluruh elemen pimpinan dan masyarakat Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, mengenang dan memperingati momen bersejarah Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang ke-118. Upacara peringatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan pagi hari, mengusung tema besar nasional: “Jaga Tunas Bangsa Demi Masa Depan Indonesia Jaya”.
Bertindak selaku Pembina Upacara dalam kegiatan tersebut adalah Kapolsek Dayeuhluhur, AKP Suwito, S.H. Beliau memimpin jalannya upacara dengan penuh wibawa, dihadiri secara lengkap oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Komando Rayon Militer (Koramil 17), personel Polsek Dayeuhluhur, jajaran Puskesmas 1 dan 2, Korwil Pendidikan dan Kebudayaan, serta para Kepala Desa dan Perangkat Desa se-Kecamatan Dayeuhluhur.
Dalam amanat upacara yang dibacakan, tersampaikan pesan penting dari Penjabat (Plt.) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, S.H., M.Kn., serta kutipan pidato resmi dari Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Pesan ini mengajak seluruh masyarakat untuk merenungi kembali makna mendalam dari peristiwa sejarah tahun 1908 yang menjadi titik balik perjuangan bangsa Indonesia.
Dikutip dari pesan Menteri Komunikasi dan Digital, Harkitnas dimaknai sebagai “Merefleksikan momentum fundamental yang merujuk pada berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908.” Sejarah mencatat, berdirinya organisasi tersebut bagaikan fajar menyingsing bagi tumbuhnya kesadaran berbangsa, di mana kaum pelajar pribumi mulai bersatu dan mengkonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran cerdas dan pembentukan organisasi yang rapi.
Pesan tersebut menegaskan makna besar dari peristiwa itu: “Semangat tahun 1908 adalah tonggak sejarah, di mana pola perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi mencapai kedaulatan bangsa yang bermartabat.”
Sementara itu, Plt. Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, yang dibacakan Oleh Kapolsek Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap AKP.Suwito S.H. dalam pesannya mengajak seluruh elemen masyarakat di wilayah Cilacap, termasuk yang hadir di Dayeuhluhur, untuk meneladani semangat para pendiri bangsa. Perubahan cara berjuang dari fisik menjadi pemikiran inilah yang menjadi modal utama kemajuan bangsa hingga hari ini.
Menyesuaikan dengan tema tahun ini, para pimpinan sepakat bahwa tugas generasi saat ini adalah meneruskan perjuangan tersebut dengan cara menjaga dan membimbing generasi muda atau “Tunas Bangsa”. Karena seperti halnya pelajar tahun 1908 yang membangun kesadaran, pelajar dan pemuda masa kini adalah kunci yang akan menentukan kualitas masa depan Indonesia.
“Perjuangan intelektual itu kini diteruskan dengan mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjaga karakter anak-anak kita. Jangan biarkan tunas bangsa ini rusak, justru harus kita rawat agar tumbuh menjadi pemimpin dan warga negara yang membawa Indonesia menuju kejayaan,” pesan tersebut ditekankan kembali oleh Pembina Upacara di hadapan seluruh peserta barisan.
Suasana upacara berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh rasa hormat terhadap sejarah. Kehadiran lintas sektor pemerintahan ini menjadi bukti nyata persatuan di Kecamatan Dayeuhluhur, senapas dengan semangat awal lahirnya Kebangkitan Nasional: bersatu, berfikir maju, dan berjuang demi kehormatan bangsa.
Reporter: Asep Granat