
MAJENANG MEDIA KABAR INDONESIA : Lapangan Selis Cijalu, Desa Majenang, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, berubah menjadi lautan semangat kebersamaan dalam menyambut puncak peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Ribuan warga tumpah ruah memenuhi lokasi pada Sabtu (15/8/2026), menyatukan doa dan sukacita dalam perhelatan akbar bertajuk “Cijalu Fest 2026: Gebyar Harmoni Tradisi dan Modernitas”.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan prosesi ritual adat yang berlangsung khidmat sejak pagi buta. Upacara sarat makna ini dihadiri langsung oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam), para tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai penjuru desa. Prosesi ini menjadi wujud penghormatan tulus kepada para leluhur dan para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya demi merebut kemerdekaan bangsa, sekaligus ungkapan syukur atas berkah kemerdekaan yang dirasakan hingga hari ini.
Usai prosesi sakral selesai, suasana berubah menjadi ceria dan penuh semangat. Puluhan penampil dari berbagai elemen masyarakat tampil bergantian menghibur hadirin, menampilkan kekayaan budaya yang tak lekang oleh waktu. Keindahan gerak tari-tarian adat menyapa mata penonton, sebelum kemeriahan memuncak lewat pementasan kesenian Ebek — atau lebih dikenal masyarakat luas sebagai Kuda Lumping. Pertunjukan yang penuh magis dan kebersamaan ini berhasil memikat hati seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak yang bersorak riang hingga para sesepuh desa yang mengapresiasi dengan haru.
Tema “Harmoni Tradisi dan Modernitas” yang diusung dalam perhelatan ini terwujud nyata dalam setiap barisan acara. Cijalu Fest 2026 bukan sekadar perayaan kemerdekaan semata, melainkan bukti nyata komitmen masyarakat Majenang dalam merawat warisan budaya lokal agar tetap hidup dan relevan di tengah arus zaman yang terus berubah.
Antusiasme warga yang luar biasa menggambarkan semangat gotong royong yang masih kental mengakar di tengah masyarakat. Perayaan ini menjadi bukti bahwa kemerdekaan bukan hanya kenangan masa lalu, melainkan semangat yang terus dijaga dan diwariskan lewat persatuan, keberagaman, dan cinta mendalam terhadap identitas bangsa.
(Ayu — Reporter Media Kabar Indonesia)