Gerbuhu: Gerakan Seribu Qulhu dan Istighosah 1447 H Berlangsung Khidmat di Masjid Al Hikmah Dayeuhluhur Bersama MWC NU Dayeuhluhur | 1447 H / 2026 M.

 

 

CILACAP KABAR INDONESIA : Suasana haru, tenang, dan penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid Al Hikmah, Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, pada peringatan Hari Arafah tahun 1447 Hijriah bertepatan dengan tahun 2026 Masehi. Di bawah naungan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Dayeuhluhur, digelar kegiatan Gerbuhu atau Gerakan Seribu Qulhu dan Istighosah. Acara ini berjalan sangat lancar, tertib, dan dihadiri oleh kurang lebih 500 jamaah, baik muslimin maupun muslimat yang datang dari berbagai wilayah sekitar Kecamatan Dayeuhluhur.Selasa 26.05.2026.

Kegiatan ini dipimpin dan dihadiri langsung oleh para tokoh agama dan pimpinan organisasi setempat, di antaranya KH. Rasan selaku Rois Syuriyah MWC NU Dayeuhluhur, serta Kyai Abdul Jalil yang menjabat sebagai Ketua Tanfidziah sekaligus Ketua Panitia pelaksana acara. Kehadiran para ulama dan tokoh masyarakat semakin menambah keberkahan dan kekhidmatan dalam setiap rangkaian acara yang dilaksanakan.

Puncak kegiatan dan inti dari Gerbuhu ini adalah pembacaan Seribu Kali Surah Al-Ikhlas. Dalam amanat dan penjelasannya, para ulama menekankan makna mendalam dari bacaan ini di Hari Arafah. Surah Al-Ikhlas yang berisi penegasan keesaan Allah SWT, diyakini memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Membacanya sebanyak seribu kali di waktu yang utama seperti Hari Arafah, dipercaya sebagai amalan yang penuh pahala, sarana pembersihan hati, penghapus dosa, dan bentuk ketauhidan yang murni.

Lebih dalam lagi, Hari Arafah memiliki kedudukan yang sangat istimewa dan menjadi inti dari seluruh rangkaian ibadah Haji. Bagi para jamaah yang sedang melaksanakan ibadah Haji di Tanah Suci, berdiri di padang Arafah adalah momen puncak dan wajib dilaksanakan. Rasulullah SAW bersabda, “Haji itu adalah Arafah”, yang artinya keberhasilan dan kesempurnaan ibadah Haji sangat bergantung pada kehadiran dan kekhusyukan saat berada di padang Arafah ini.

Di hari yang mulia ini, para jamaah haji berkumpul seraya memohon ampunan, mengakui segala khilaf, dan berdoa dengan penuh pengharapan agar dosa-dosa mereka dihapuskan oleh Allah SWT hingga bersih kembali seperti bayi yang baru lahir. Hari Arafah adalah hari di mana Allah SWT sangat bangga kepada hamba-hamba-Nya yang berkumpul, memohon, dan berdoa, serta hari di mana rahmat dan ampunan Allah dilimpahkan secara luas melebihi hari-hari lainnya. Oleh karena itu, bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk jamaah yang hadir di Dayeuhluhur hari ini, momen ini adalah waktu terbaik untuk turut mendoakan keselamatan dan keberkahan bagi para jamaah haji, Ungkap Ky H.Khusaeri Pimpinan Pondok Pesantren Syamsul Huda Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap.

Setelah seluruh jamaah menyelesaikan pembacaan Seribu Qulhu dengan penuh ketenangan dan penghayatan, rangkaian acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Kyai Haji Khusaeri, selaku Pimpinan Pondok Pesantren Syamsul Huda.

Dalam lantunan doa yang menyentuh hati tersebut, Kyai H. Khusaeri tidak hanya memohon kebaikan dan keselamatan bagi masyarakat Dayeuhluhur, namun secara khusus beliau menyampaikan doa terbaik untuk seluruh jamaah Haji yang sedang berwukuf di Arafah.

Suasana semakin terasa sakral saat seluruh jamaah berpadu suara memanjatkan permohonan kepada Allah SWT, disertai rasa haru dan kerendahan hati.

Rangkaian kegiatan Gerbuhu ini ditutup dengan pelaksanaan Sholat Maghrib berjamaah di Masjid Al Hikmah. Para jamaah tertib mengikuti sholat hingga selesai, menandai berakhirnya satu rangkaian ibadah yang sangat berkesan dan mendalam.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Tanfidziah MWC NU Dayeuhluhur, Kyai Abdul Jalil, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas kelancaran acara. “Alhamdulillah, acara Gerbuhu tahun ini berjalan dengan sangat baik, penuh khusyu’ dan khidmat. Kami bersyukur antusiasme masyarakat sangat tinggi, terlihat dari hadirnya ratusan jamaah yang berdatangan. Semoga apa yang kami laksanakan ini menjadi amal jariyah, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan membawa berkah bagi seluruh warga Dayeuhluhur serta seluruh umat Islam, khususnya para jamaah Haji yang sedang menunaikan ibadah suci,” ujar Kyai Abdul Jalil.

Para jamaah pun menyambut baik kegiatan ini dan berharap Gerakan Seribu Qulhu dan Istighosah ini dapat terus dilestarikan dan dilaksanakan setiap tahunnya. Selain sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan mendoakan sesama, kegiatan ini juga menjadi momen penguatan persaudaraan antarwarga dan pengingat kembali akan nilai-nilai ketauhidan yang terangkum indah dalam Surah Al-Ikhlas.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan semangat kebaikan yang tumbuh di Hari Arafah senantiasa menyertai langkah masyarakat Kecamatan Dayeuhluhur dalam menjalani kehidupan sehari-hari, menciptakan lingkungan yang religius, damai, dan sejahtera.

Reporter : Asep Granat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *