MONITORING SPPG DI KECAMATAN CIMANGGU, PENGELOLAAN LIMBAH MENJADI PERHATIAN UTAMA AGAR LINGKUNGAN TERJAGA DAN PROGRAM MBG BERJALAN BAIK

CILACAP KABAR INDONESIA :  Forkopimcam Kecamatan Cimanggu yang dipimpin langsung oleh Camat Cimanggu, Agus Priharso, S.Hut., M.P., bersama Komandan Koramil 14, Kapolsek Cimanggu, serta Kepala Puskesmas Cimanggu, telah melaksanakan kegiatan pemantauan dan pengawasan ke lima Sentra Pengolahan dan Penyediaan Gizi (SPPG) yang beroperasi di wilayah tersebut. Kelima lokasi yang dikunjungi meliputi SPPG Cimanggu, SPPG Kutabima, SPPG Cijati, SPPG Rejodadi, dan SPPG Bantar Panjang.Rabu 22 April 2026.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Agus Priharso menegaskan bahwa aspek pengelolaan limbah menjadi hal yang sangat penting dan wajib diperhatikan oleh seluruh pengelola SPPG di wilayah kerjanya. Menurutnya, setiap unit pengolahan makanan ini harus memiliki sistem pengelolaan limbah yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, guna mencegah dampak buruk terhadap lingkungan sekitar.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan bersama jajaran Forkopimcam dan perwakilan bidang kesehatan, diketahui bahwa sebagian SPPG telah menerapkan sistem pengelolaan limbah yang memenuhi standar dan ketentuan yang ditetapkan. Namun, masih terdapat beberapa lokasi yang memiliki kekurangan dalam penerapannya, sehingga perlu dilakukan perbaikan dan penyempurnaan secara bertahap.

Agus Priharso juga menyampaikan harapannya agar di masa mendatang dapat dibangun sarana pengelolaan limbah yang lebih lengkap dan terpadu. Hal ini meliputi pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) untuk menangani limbah padat, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mengolah limbah cair yang dihasilkan dari proses pengolahan makanan.

“Tujuan utamanya adalah agar tidak ada keluhan dari masyarakat sekitar, serta tidak ada dampak negatif atau gangguan seperti bau tidak sedap yang dapat merusak kenyamanan lingkungan. Dengan pengelolaan yang baik, kita juga dapat mencegah adanya penolakan masyarakat terhadap keberadaan SPPG di wilayahnya,” ungkap Agus.

Ia menambahkan bahwa kondisi yang terjaga ini akan turut menjaga ketertiban dan kenyamanan di tengah masyarakat. Selain itu, sistem yang baik juga memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui SPPG dapat berjalan sesuai harapan.

“Dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga tahap pendistribusian semuanya harus berlangsung dengan cara yang aman, bersih, dan sehat. Dengan demikian, manfaat program ini tidak hanya dirasakan oleh lingkungan sekitar, tetapi juga oleh seluruh penerima manfaat yang dapat menikmati makanan yang bergizi dengan aman dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

Reporter : Ki Alit ( Dodo P)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *