
CILACAP KABAR INDONESIA : Seorang pemimpin atau ketua dalam sebuah organisasi memiliki tugas utama bukan hanya memimpin, tetapi juga memikul tanggung jawab penuh terhadap setiap kebijakan, perbuatan, dan keputusan yang diambil, termasuk dampak yang ditimbulkannya.
Seringkali terlihat jelas perbedaan sikap ketika muncul masalah: ada yang tetap berdiri tegak menyelesaikannya, namun tak sedikit pula yang memilih menghindar, lari dari kenyataan, bahkan melepaskan diri seolah tidak ada kaitannya.
Misalkan umpama dalam kasus pemberitaan yang sempat menimbulkan kesalahpahaman, naskah atau rilis berita yang disusun oleh seseorang selaku pimpinan justru tidak dimuat di medianya sendiri. Sebaliknya, pihak lain yang bukan penyusun yang menaikkannya ke ruang publik hingga menimbulkan keributan, Cerita Perumpamaan ini, semoga kita ber introspeksi diri masing masing agar semua bisa lebih baik.
Di sinilah Cerita Perumpamaan ini, kita bisa melihat perbedaan antara teman sejati dan lawan. Orang yang membuat naskah awalnya justru lari dan tidak memuatnya, sementara anggota yang menaikkannya malah yang harus menghadapi dampaknya. Ini menunjukkan sikap tidak bertanggung jawab dari seorang pemimpin,” ungkap pengamat sosial.
Seorang pemimpin yang baik tidak akan melepaskan tanggung jawab hanya karena situasi menjadi sulit. Jika ia yang memulai atau menyusun sesuatu, maka ia wajib menyelesaikannya, menanggung risikonya, dan tidak membiarkan anggotanya menanggung beban sendirian. Sikap lari dari tanggung jawab justru akan merusak kepercayaan, meruntuhkan wibawa, dan memecah persatuan di dalam organisasi.
Melalui peristiwa Perumpamaan ni menjadi pelajaran berharga: pemimpin yang sesungguhnya adalah mereka yang berani memikul tanggung jawab, bukan yang hanya menikmati posisi saat tenang dan menghilang saat masalah datang.
Redaksi :Asep Saepudin