
CILACAP KABAR INDONESIA : Semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan kesadaran beragama masyarakat Desa Nusajati, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, tampak begitu nyata dan menguat di momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah bertepatan tahun 2026 Masehi. Tahun ini, antusiasme warga dalam menunaikan ibadah kurban tercatat sangat tinggi, di mana warga dari 4 dusun dan 6 masjid di wilayah desa tersebut berhasil menghimpun hewan kurban sebanyak 26 ekor sapi dan 37 ekor kambing. Kegiatan penyembelihan dan pembagian daging berlangsung khidmat dan tertib pada Rabu (27/5/2026).
Pelaksanaan ibadah kurban tersebar merata di enam masjid yang menjadi pusat kegiatan di berbagai wilayah dusun di Desa Nusajati. Di antaranya, Masjid Nurul Huda, Dusun Gunung Bawang, menghimpun 5 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Kemudian di Dusun Criwis, terdapat dua masjid yang melaksanakan kegiatan ini, yaitu Masjid Al Istiqomah dengan jumlah 5 ekor sapi dan 7 ekor kambing, serta Masjid Al Muqorrobiin yang menerima amanah kurban berupa 5 ekor sapi dan 5 ekor kambing.
Sementara itu, di Dusun Tegal Malang, semangat berbagi juga tampak kuat. Masjid Al-Hidayah mencatat jumlah hewan kurban sebanyak 5 ekor sapi dan 8 ekor kambing, disusul Masjid Al Furqon dengan 1 ekor sapi. Tak kalah luar biasa, warga Dusun Gombol melalui Masjid Samsul Huda berhasil mengumpulkan 5 ekor sapi dan 13 ekor kambing, menjadi salah satu yang jumlahnya cukup besar tahun ini.
Warga setempat menilai, peningkatan jumlah hewan kurban dari tahun ke tahun ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata tumbuhnya kesadaran beragama yang semakin baik, serta kuatnya nilai gotong royong dan rasa persaudaraan yang terjalin di tengah masyarakat Desa Nusajati. Semangat berbagi ini menjadi pengikat keharmonisan antarwarga, kaya maupun kurang mampu sama-sama merasakan keberkahan hari raya.
Sebagai gambaran luasnya manfaat kegiatan ini, khususnya di wilayah Dusun Gunung Bawang, daging kurban yang diperoleh direncanakan akan dibagikan kepada sekitar 450 kepala keluarga atau rumah warga. Diperkirakan setiap keluarga akan mendapatkan jatah daging antara 1,5 kilogram hingga 2 kilogram, cukup untuk merasakan nikmatnya berkurban dan kebersamaan dalam keluarga.
Sudaryo, yang menjabat sebagai perangkat desa (Kayim) sekaligus panitia kurban di Masjid Nurul Huda, Dusun Gunung Bawang, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran dan antusiasme warga. Ia juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang telah ikhlas menyisihkan sebagian hartanya demi menunaikan perintah agama dan berbagi dengan sesama.
“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Kami berterima kasih kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi, baik berupa harta maupun tenaga. Semoga ke depan semakin banyak warga yang diberikan kelapangan rezeki, sehingga bisa terus bergandengan tangan dalam kebaikan, meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, dan menjaga tradisi mulia berbagi ini,” ujar Sudaryo dengan penuh harap.
Sementara itu, Kepala Desa Nusajati, Suparno, saat dikonfirmasi awak media menyampaikan rasa bangganya yang luar biasa melihat antusiasme masyarakat tahun ini. Menurutnya, semakin banyak warga yang berkurban, maka semakin luas pula manfaat yang dirasakan, terutama membantu meringankan beban dan menyenangkan hati warga lain yang belum mampu. Hal ini sekaligus menjadi sarana paling efektif untuk mempererat rasa persaudaraan dan kerukunan antarwarga desa.
“Saya sangat bangga dan mengapresiasi semangat warga Desa Nusajati. Kegiatan ini membuktikan bahwa kepedulian sosial kita masih sangat tinggi. Semoga tahun depan antusiasme ini semakin meningkat, masyarakat semakin berlomba-lomba dalam kebaikan, dan semangat saling berbagi di Hari Raya Idul Adha terus terjaga dengan indah,” ungkap Suparno.
Ucapan terima kasih dan rasa syukur juga disampaikan oleh Kyai Sodiq selaku Ta’mir Masjid Nurul Huda, Dusun Gunung Bawang. Ia berharap semangat berkurban yang ditunjukkan masyarakat saat ini bisa terus terjaga dan meningkat setiap tahunnya, serta membawa keberkahan, ketenangan, dan kemajuan bagi seluruh warga Desa Nusajati.
Salah satu warga yang turut ikhlas berkurban dengan menyumbangkan 1 ekor kambing, Hj. Turmiyati, mengaku baginya berbagi adalah kewajiban dan kebahagiaan. Ia meyakini bahwa segala harta yang dimiliki hanyalah titipan Allah SWT, dan sebaik-baik penggunaan harta adalah untuk disalurkan kembali kepada yang membutuhkan.
“Kalau Allah masih memberi kesehatan dan kelapangan rezeki, InsyaAllah saya akan terus berkurban setiap tahun. Saya ikhlas berbagi, karena saya yakin apa yang kita berikan akan kembali dengan keberkahan yang berlipat ganda,” tegas Hj. Turmiyati.
Semangat yang ditunjukkan warga Desa Nusajati ini menjadi contoh nyata bahwa makna Idul Adha sebagai hari pengorbanan dan persaudaraan benar-benar hidup dan diamalkan di tengah masyarakat pedesaan yang religius dan guyub rukun.
Reporter: Mbah Wasis (Hadi Try Wasisto R)