
Cilacap, Kabar Indonesia: Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap tanggal 20 Mei, tahun ini genap memasuki usia ke-118. Momen bersejarah yang menandai berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908 ini menjadi cermin penting bagi perjalanan bangsa Indonesia. Mengusung tema besar “Jaga Tunas Bangsa Demi Masa Depan Indonesia Jaya”, makna kebangkitan ini turut ditafsirkan secara mendalam oleh Hadi Try Wasisto R, seorang tokoh jurnalis yang dikenal luas di wilayah Sampang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Bagi Hadi Try Wasisto R, sejarah mencatat bahwa lahirnya Boedi Oetomo adalah tonggak perubahan strategi perjuangan bangsa. Jika sebelumnya perlawanan dilakukan dengan kekuatan fisik dan senjata, semangat tahun 1908 mengajarkan cara baru: bersatu melalui organisasi, berjuang menggunakan pemikiran cerdas, dan memperjuangkan hak martabat bangsa lewat jalur intelektual dan diplomasi.
“Makna utama dari Harkitnas ke-118 ini adalah kembali merenungkan apa yang telah diletakkan oleh para pendahulu kita. Kebangkitan nasional bukan sekadar peristiwa masa lalu, melainkan bukti bahwa ketika rakyat bersatu dan berfikir maju, rintangan seberat apa pun bisa kita hadapi. Kaum pelajar dan cendekiawan waktu itu sadar, bahwa kunci kemajuan ada pada persatuan dan kecerdasan. Itulah warisan terbesar yang harus kita rawat hingga sekarang,” ungkap Hadi saat dimintai tanggapannya.
Sebagai sosok yang lama berkiprah di dunia jurnalistik dan informasi, Hadi menilai tema tahun ini sangat relevan dengan tugas dan tanggung jawab bersama. Baginya, “Menjaga Tunas Bangsa” di era sekarang memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan masa lalu, salah satunya adalah derasnya arus informasi yang berkembang begitu cepat.
“Kalau dulu pendiri bangsa berjuang untuk membuka wawasan dan menyebarkan kesadaran, tantangan kita hari ini adalah memastikan informasi yang beredar itu benar, bermanfaat, dan tidak memecah belah. Sebagai insan pers dan warga negara, kita punya tanggung jawab besar untuk menjaga agar tunas bangsa—generasi muda kita—mendapatkan asupan ilmu dan informasi yang sehat, positif, dan membangun karakter bangsa,” tegasnya.
Hadi berharap, semangat kebangkitan tahun 1908 dapat membakar semangat seluruh elemen masyarakat, khususnya di wilayah Cilacap dan sekitarnya, untuk terus berkontribusi nyata. Ia mengajak rekan-rekan wartawan, pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh warga untuk bersinergi menjaga persatuan, mencerdaskan masyarakat, dan melindungi generasi penerus dari pengaruh buruk yang bisa merusak masa depan.
“Harapan saya, semangat kebangkitan ini tidak hanya berhenti saat upacara saja. Mari kita buktikan dengan kerja nyata. Jadikan persatuan sebagai kekuatan, dan jadikan informasi yang benar sebagai senjata kita untuk memajukan daerah dan negara. Semoga Indonesia terus bangkit, jaya, dan bermartabat di mata dunia, serta tunas bangsa kita tumbuh menjadi pemimpin yang tangguh dan berakhlak mulia,” pungkas Hadi Try Wasisto R.
Reporter: Asep Granat